Cityawesome.com – Tumurun Private Museum. Tumurun Private Museum, sesuai dengan namanya di mana museum ini di lengkapi dengan koleksi pribadi yang bisa di saksikan oleh semua pengunjung. Lokasinya berada di Surakarta, Jawa Tengah, Tumurun Privat Museum terbilang cukup populer dengan tampilan dan karya kekinian.

Di karenakan museum ini milik pribadi, tentu ada beberapa aturan yang harus di taati sebelum akhirnya berkunjung. Apa saja? Simak uraian berikut !

Lokasi, harga tiket, dan jam operasional

Sebelum mengetahui lebih dalam mengenai museum pribadi ini, sebaiknya untuk kamu mengetahui lebih dulu di mana lokasinya. Tumurun Privat Museum beralamatkan di Jl. Kebangkitan Nasional No.2/4, Sriwedari, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57141.

tumurun private museum

Menariknya lagi kamu tidak akan di kenakan tarif tiket masuk untuk berkunjung kesana alias gratis. Sedangkan untuk jam operasional yang berlaku, Tumurun Private Museum di buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai jam 13.00 sampai 15.00 WIB. Benar saja, objek wisata ini hanya di buka tidak lebih dari 2 jam.

Siapa pemilik Tumurun Private Museum ?

Seperti pada penjelasan sebelumnya, Tumurun Private Museum di lengkapi koleksi pribadi. Selain itu pengunjung juga bisa membuat jadwal kunjungan terlebih dahulu melalui email dan WhatsApp bahkan 3 hari sebelum berkunjung.

tumurun private museum

Di dalamnya terdapat sekitar 120 koleksi karya seni di dalam Tumurun Private Museum ini. Untuk pemiliknya sendiri tidak lain adalah Sri Rejeki Isman (Sritex) Group dengan koleksi milik keluarga H.M Lukminto.

Terbilang menjadi museum yang sangat di jaga oleh pemilik dan pengelola, Tumurun Privat Museum selalu membatasi pengunjung dan tidak membiarkan pengunjung untuk masuk begitu saja.

Aturan berkunjung ke museum

Untuk bisa menyaksikan keindahan karya yang ada di Tumurun Private Museum, kamu di haruskan untuk mematuhi peraturan yang cukup ketat terlebih dahulu. Berikut ini beberapa aturan yang harus di patuhi :

  • Tidak boleh membawa makanan dan minuman
  • Tidak boleh membawa tas
  • Pengunjung hanya di perbolehkan untuk membawa kamera dan handphone saja
  • Tidak boleh menggunakan flash saat mengambil foto dan video
  • Barang bawaan lainnya harus di titipkan
  • Pengunjung tidak boleh memegang atau menyentuh karya seni dan koleksi lainnya
Baca Juga:  7 Tempat Wisata Favorit Ala Jepang di Indonesia

Saat berkeliling di Tumurun Private Museum, maka kamu akan di temani oleh pemandu selama kurang lebih 1 jam. Selain itu setiap karya seni yang ada di lengkapi dengan barcode yang bisa di scan.

Daya tarik Tumurun Private Museum

Bangunan museum ini terdiri dari 2 lantai. Namun pengunjung hanya diperbolehkan untuk berkeliling di lantai pertama saja. Hal ini dikarenakan pada lantai 2 terdapat karya milik maestro terkenal yang sudah meninggal. Terlebih lagi banyak karya yang sudah berusia sangat tua dan sudah rapuh. Sehingga dikhawatirkan akan merusak karya seni tersebut.

tumurun private museum

Saat masuk ke lantai pertama, pengunjung akan menemukan berbagai koleksi mobil antik milik pemilik museum yakni Dodge tahun 1948 dan Mercedez Bens tahun 1972.

Selain itu kamu juga akan menemukan patuh mata yang tinggi berwarna biru dan merah. Berbagai lukisan juga bisa kamu saksikan dengan makna yang berbeda-beda dari sang pelukis.

Adapun beberapa koleksi seni yang ada di Tumurun Private Museum yakni :

  • Patung mata biru raksasa karya Wedhar Riyadi yang sekaligus pernah menjadi ikon ARTJOG pada tahun 2012. Tidak hanya pernah menjadi ikon saja, patung ini memiliki makna mengenai privasi di zaman media sosial seperti saat ini. Seniman dari mata biru ini bermaksud menyampaikan kepada semua orang bahwa dengan media sosial, pengguna sudah tidak memiliki privasi lagi.
  • Lukisan karya Heri Dono dengan judul Badman dan Superbad (2013). Menampilkan tentang 2 orang dengan pakaian superhero, 1 pesawat, dan 1 polisi.

Demikian penjelasan mengenai Tumurun Privat Museum yang bisa kamu ketahui. Museum ini dipagari dengan konsep modern berwarna putih. Selain itu tidak ada plang nama sama sekali yang menunjukkan bahwa rumah tersebut adalah museum. Oleh karena itu banyak yang mengira bangunan Tumurun Private Museum tidak lain hanyalah rumah besar pada umumnya.

Baca Juga:  Rekomendasi Wisata Kuliner Khas Jogja

Baca Juga :

***