Tarif Tiket dan Jalur Pendakian Gunung Kembang di Wonosobo

Cityawesome.com – Jalur pendakian Gunung Kembang. Aktivitas mendaki gunung menjadi salah satu hal yang banyak di sukai wisatawan. Meskipun terbilang cukup melelahkan namun semua akan terbayar akan keindahan alam di puncak yang mempesona. Nah berbicara tentang gunung, di Wonosobo ada salah satu gunung yang menarik untuk didaki.

Dengan ketinggian 2.340 Mdpl, Gunung Kembang seringkali di sebut sebagai anak Gunung Sindoro. Hal ini di karenakan lokasinya yang memang beradai tepat di samping Gunung Sindoro.

Selain itu Gunung Kembang sendiri menjadi alternatif pendakian pemula karena puncaknya tidak terlalu tinggi. Penasaran ingin menjelajah Gunung Kembang? Nah pada artikel kali ini akan di berikan ulasannya untuk menjadi referensi.

Lokasi, harga tiket, dan jam operasional

Gunung Kembang beralamatkan di Kauman, Kaliwiro, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Di mana untuk melakukan pendakian maka kamu perlu melakukan registrasi dengan tarif sebesar Rp 80 ribu. Adapun biaya registrasi tersebut sudah termasuk beberapa fasilitas seperti basecamp, parkir, kamar mandi, mushola, wifi, pemeriksaan kesehatan, dan angkutan menuju pos Istana Katak.

Sedangkan jam operasional registrasi Simaksi Gunung Kembang sendiri di buka mulai dari jam 08.00 sampai dengan 21.00 WIB.

Daya tarik dan rute pendakian Gunung Kembang

Seperti penjelasan sebelumnya, Gunung Kembang memiliki ketinggian sekitar 2.340 Mdpl di mana banyak yang mempercayai bahwa ketinggiannya selalu bertambah setiap tahun. Hal tersebut di karenakan Gunung Kembang sendiri terbentuk dari aktivitas vulkanik Gunung Sindoro.

Untuk rute pendakian Gunung Kembang, pendaki bisa melalui rute Lengkong dan Blembem. Selain itu keduanya juga terbilang memiliki jalur yang ekstrem. Oleh karenanya di sarankan kepada pendaki untuk lebih berhati-hati terutama saat hujan.

Namun dari kedua rute tersebut, yang paling menjadi favorit adalah rute Blembem. Hal ini tidak lain karena penataannya yang lebih rapih dan fasilitasnya lebih lengkap di bandingkan dengan rute Lengkong.

  1. Rute Blembem
    Rute yang menjadi favorit ini sangat mudah di temukan karena lokasinya yang berada di pinggir jalan. Selain itu untuk total pendakian melalui rute Blembem setidaknya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam.
  2. Rute Lengkong
    Untuk melalui rute ini, pendaki harus melewati kebun teh terlebih dahulu. Kamu bisa memilih untuk berjalan kaki atau menggunakan ojek untuk bisa ke rute tersebut. Selain itu estimasi sampai ke puncak juga cenderung sama dengan rute Blembem yakni sekitar 3 sampai 4 jam.

Adapun daya tarik dari Gunung Kembang ini adalah rutenya yang penuh tantangan dan jalur yang di penuhi dengan tumbuhan alami.

Sebagai informasi tambahan, jalan menuju puncak Gunung Kembang sendiri cukup ekstrem sehingga pendaki tidak bisa mendirikan tenda jika sedang berada di perjalanan.

Aturan Pendakian Gunung Kembang

Sebelum melakukan pendakian, tentu ada beberapa aturan yang harus di perhatikan oleh semua pendaki. Di mana aturannya sendiri memang di buat cukup ketat untuk menjaga kelestarian alam dari gunung tersebut.

Nantinya pengurus basecamp akan mencatat semua barang bawaan dan di sarankan kepada semua pendaki untuk meminimalisir bekal yang di bungkus plastik. Sedangkan air minum hanya bisa menggunakan wadah berupa jerigen.

Kemudian setelah turun dari pendakian, maka pengurus basecamp akan mendata barang bawaan kembali. Sehingga jika tidak sesuai, itu artinya pendaki meninggalkan sampah di gunung dan akan di kenakan denda sekitar 1 juta untuk 1 jenis sampah.

Fasilitas Wisata Gunung Kembang

Sebagai informasi tambahan, Gunung Kembang sendiri memiliki setidaknya 2 jalur pendakian di mana keduanya di lengkapi dengan fasilitas yang lengkap. Adapun beberapa fasilitas di antaranya adalah area parkir yang luas, warung, toilet, mushola, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nah demikian informasi tentang pendakian Gunung Kembang yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Namun pastikan untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan selama melakukan penjelajahan di gunung ini.

Baca Juga :

***