Lokasi, Harga Tiket, dan Aktivitas Wisata Meriam Puntung

Wisata Meriam Puntung – Sebuah patahan meriam di makamkan di Istana Maimun di Medan. Lokasinya di halaman istana, di sebuah rumah adat Karo kecil. Wisatawan dapat mengunjungi Meriam Puntung, yang merupakan warisan bersejarah lokal yang di jaga dengan baik.

Obyek wisata ini sangat berbeda dari yang lain. Puntung dalam bahasa Karo berarti buntung atau patah. Karena hanya meriam buntung, pengelola memperlakukannya dengan sangat baik. Kuntum bunga bertabur di atas meriam, dengan vas bunga di sisinya. Bukan hanya itu. Tirai kuning atau hijau terletak di salah satu sisi struktur, dan sebaskom air terletak di sisi yang patah dari meriam. Apa artinya meriam terbelah ini?

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Meriam Puntung beralamatkan di Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun, Medan, Sumatra Utara, Indonesia, 20159. Pengunjung dapat membuat liburan lebih berkesan dengan membayar sejumlah biaya untuk menikmati fasilitas. Selain tiket masuk dan parkir, fasilitas tambahan termasuk sewa kostum adat, berkuda, becak mini, dan mobil mini dengan harga berikut.

Tiket wisatawan domestik seharga 5.000, sedangkan tiket wisatawan asing seharga 10.000. Parkir motor seharga 5.000, mobil seharga 20.000, dan bus seharga 20.000. Sewa pakaian adat seharga 50.000 hingga 90.000, sewa kuda seharga 20.000, dan sewa becak mini atau mobil mini seharga 15.000. Istana Maimun tersedia untuk umum setiap hari dari jam 06.00 hingga 18.00 WIB.

Sejarah Meriam Puntung

Meriam Puntung sangat di hargai karena merupakan saksi bisu sekaligus bukti sejarah berdirinya Kesultanan Deli. Meriam itu berada di dalam sebuah miniatur rumah adat Karo di halaman Istana Maimun. Ada tirai berwarna kuning di salah satu sisi tempat meriam itu disemayaman. Sebuah vas bunga berukuran agak besar terletak di depan tirai.

Kuntum bunga bertaburan di atas badan meriam. Sebaskom air putih juga di letakkan di ujung patah meriam. Jangan berhenti di sini. Di bersihkan dan di minyaki meriam ini setiap tanggal 1 Muharam dalam penanggalan Hijriah. Perilaku dan ritual istimewa tersebut memiliki alasan. Sejarah berhias dan legenda misterius Kesultanan Deli telah di turunkan dari generasi ke generasi di masyarakat Deli. Patahan meriam ini berfungsi sebagai saksi berdirinya Kesultanan Deli.

Daya Tarik Wisata Meriam Puntung

Istana Maimun menyimpan Meriam Puntung sebagai benda bersejarah. Pemandu akan menceritakan sejarah meriam dan bagaimana meriam pernah berpindah sendiri sejauh dua meter. Ini menjadi keramat bagi wisatawan lokal dan menjadi daya tarik tersendiri.

Ada orang yang datang ke tempat ini untuk berdoa. Pengunjung sering mendekatkan telinga mereka ke lubang meriam untuk mendengar suara arus air. Namun, satu hal tidak pernah terlewatkan: Meriam Puntung sebagai latar belakang atau objek foto. Area istana dan sekitarnya juga menarik untuk dilihat.

Bangunan kuno ini adalah museum dan rumah keluarga Kesultanan Deli. Senjata tajam adalah koleksi tambahan yang dapat dilihat. Halaman istana juga sangat indah. Pengunjung dapat mengambil foto di luar dan di dalam istana setelah mengagumi konstruksinya. Pengunjung juga harus membayar Rp10.000 untuk memasuki istana.

Fasilitas Wisata Meriam Puntung

Meriam puntung didukung oleh fasilitas yang memadai sebagai destinasi yang terletak di area istana. Tempat parkir dapat digunakan untuk kendaraan motor, mobil, atau bahkan bis. Ada banyak lokasi foto menarik di sini.

Pengunjung dapat berkuda di halaman depan istana untuk menjelajahi lingkungan sekitar. Anak-anak yang datang dapat menyewa becak dan mobil mini selama lima belas menit. Jangan lupa membawa buah tangan yang dapat Anda beli dari penjual oleh-oleh yang tersedia. Ada penjual makanan yang siap melayani pengunjung jika mereka lapar atau ingin kudapan.

Baca Juga :

***