Daya Tarik dan Keindahan Montmartre Sebagai Tempat Liburan

Daya Tarik MontmartreSejak Belle Epoque, Montmartre telah memikat seniman Bohemian dan masih menarik turis saat ini. Montmartre, yang merupakan arondisemen ke-18 (stasiun Abbesses Métro), berada di puncak bukit dan membentuk dunia yang terpisah dari kota Paris lainnya. Montmartre memiliki atmosfer yang berbeda. Joy de vivre ada di mana-mana, seperti di komidi putar, kafe pinggir jalan yang tua, dan pertunjukan jalanan yang terjadi secara tiba-tiba. Wisatawan menuju Basili Sacré-Coeur yang indah di puncak Mont Martyr, tempat martir Saint Denis di makamkan. Di dalam tempat kudus, Sacré-Coeur mungkin tenang, tetapi di luar, itu adalah perayaan hidup yang menyenangkan. Pengunjung menikmati pemandangan dari teras Basilika, yang merupakan lokasi favorit untuk foto. Mereka yang lain bersantai di lapangan rumput berumput sambil mendengarkan musik jalanan.

Setelah berjalan beberapa langkah lagi, Anda akan menemukan galeri seni terbuka Place du Tertre dan beberapa museum yang menampilkan karya Renoir, Picasso, Dalí, dan Toulouse Lautrec, yang membuat lingkungan ini menjadi koloni seniman. Luangkan waktu untuk melihat jalan-jalan yang terbuat dari batu dan menemukan gereja-gereja tua, kotak tersembunyi, toko roti kecil, dan atelier yang menginspirasi. Jika Anda ingin menghabiskan beberapa hari untuk mengeksplorasi Montmartre, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan di sini.

1. Daya Tarik Montmartre: Basilique du Sacré-Coeur

Salah satu landmark utama kota ini adalah Sacré-Coeur, yang menjulang di atas Paris dari ketinggian di Butte Montmartre. Sebagai simbol harapan setelah Perang Perancis-Prusia, gereja di bangun. Basilika Romawi dan Bizantium di juluki “Kue Pernikahan” karena banyaknya kubah yang menyerupai kue lapis dekoratif. Mosaic langit-langit menampilkan Kristus yang mencolok dari Hati Kudus di dalam, mengundang penganut ke tempat kudus. Banyak lilin menerangi interiornya, menciptakan suasana religius. Basilika memiliki Grand Organ, yang secara teratur di gunakan dalam Misa dan Konser Organ Malam Natal. Jika tidak, basilika itu hanya di gunakan untuk doa yang tenang.

Pemandangan Basilika kubah adalah daya tarik utama dari tempat wisata terkenal ini. Ketika matahari terbit, Anda dapat melihat Notre-Dame, Centre Pompidou, dan Opera House. Di luar basilika di sebelah kiri, Anda dapat mengakses Dome dengan penerbangan 300 langkah. Pemandangan panorama juga di tawarkan oleh Basilika Teras dan Esplanade. Musisi jalanan dan orang-orang yang bersantai di rumput sering datang ke tempat yang hidup ini. Ada carrousel (komidi putar) kuno di bawah gereja di Place Saint-Pierre. Untuk sampai ke Sacré-Coeur, berjalanlah dari Place du Tertre ke 35 Rue du Chevalier-de-la-Barre. Atau, naik kereta listrik dua menit dari Rue du Cardinal Dubois.

2. Daya Tarik Montmartre: Place du Tertre dan Eglise Saint-Pierre de Montmartre

Alun-alun batu yang di aspal indah ini adalah galeri seni terbuka yang menampakkan semangat kreatif Montmartre. Ada kios-kios seniman berwarna-warni di sekitarnya. Meskipun sebagian besar seniman di tujukan untuk suvenir wisata, pengunjung akan menemukan berbagai jenis pelukis, pelukis, dan karikaturis. Selain itu, di seluruh alun-alun terdapat bangunan abad ke-18 yang indah yang menampilkan restoran, kios crepe, dan kafe yang ramai. Banyak tempat menawarkan tempat duduk di luar ruangan untuk menikmati pemandangan.

Place du Tertre tetap menarik meskipun banyak pengunjung. Place du Tertre memiliki kesan alun-alun provinsi, berdiri di bawah bayangan Sacré-Coeur dan di kelilingi oleh pohon-pohon tua. Sebelum Montmartre di masukkan ke Paris, itu adalah alun-alun utama desa. Balai kota desa tua adalah rumah di Nomor 3 di alun-alun. Jalan-jalan kecil di sekitar Place du Tertre mengundang pengunjung untuk berkeliling.

Eglise Saint-Pierre de Montmartre terletak di 2 Rue du Mont Cenis, beberapa langkah lagi di belakang Place du Tertre. Meskipun gereja ini adalah peninggalan dari Biara Benediktin pada abad ke-12, sejarahnya sudah ada sejak lama. Gereja Saint-Pierre dibangun di atas sebuah kuil Romawi kuno yang di dedikasikan untuk Mercury. Itu di bangun di situs rumah ibadah Merovingian pada abad ke-7. Paduan suara dan ujung barat nave gereja Merovingian memiliki empat kolom marmer hitam. Selain sisa-sisa abad ke-7, Gereja Saint-Pierre menunjukkan contoh arsitektur Gothic Awal. Pada tahun 1147, paduan suara itu ditahbiskan di hadapan Bernard of Clairvaux, seorang reformator Katolik terkemuka.

Gimana?? Tertarik untuk mengunjungi Montmartre?? Jangan lupa ajak teman dan juga keluarga ya !!!

Baca Juga :

***