Makanan khas toraja

Mencari makanan khas Toraja yang sesuai dengan selera lidahmu memang gampang-gampang susah. Sebab, cita rasa makanan dari daerah ini cenderung berbumbu pedas. Namun, jangan khawatir, kamu bisa mengkonsumsi jenis makanan lainnya seperti berikut: 

Pa’Piong Khas Toraja 

Makanan khas  pa'piong

Kamu nggak mungkin bisa menemukan makanan khas yang satu ini kalau nggak membelinya di Toraja. Pa’piong merupakan makanan khas yang cuka bisa kamu beli di tanah Toraja. Makanya, Pa’piong bisa juga kamu jadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah. 

Pa’piong terbuat dari campuran daun miana dan daging babi, daging ayam, atau ikan mas. Nah, sebelum membungkusnya dengan daun miana, kamu harus mengolah daging tersebut dengan bumbu-bumbu khusus. Bumbu Pa’piong biasanya terbuat dari bahan parutan kelapa dan bumbu kuning lalu campur aduk menjadi satu. 

Setelah itu, barulah bumbu tersebut kamu pakai untuk campuran daging yang tadi. Nggak heran kalau rasa makanan ini sangat enak dan populer di kalangan masyarakat Toraja. Tapi, buat kamu yang beragam Muslim, makanan ini nggak termasuk halal karena terbuat dari daging babi. 

Dangkot Bebek

Dangkot bebek

Bila melihat dari namanya saja kamu pasti tahu makanan khas Toraja ini terbuat dari apa. Ya, Dangkot Bebek merupakan makanan khas yang terbuat dari bahan baku daging bebek. Dari sinilah asal mula nama Dangkot muncul sebagai nama makanannya. 

Untuk membuat makanan khas ini kamu memerlukan daging bebek beserta bumbu rempah khas Toraja yang perlu kamu campur aduk menjadi satu. Ketika memakan Dangkot Bebek, kamu akan merasakan cita rasa pedas manis yang memanjakan lidah. 

5 Makanan Khas Sudan yang Populer Saat Ramadan

Dangkot Bebek juga cocok untuk kamu jadikan sebagai lauk makanan utama. Karena itulah, Dangkot juga bisa kamu konsumsi dengan tumis kangkung. Perpaduan antara dua jenis masakan ini sangat epik dan cocok untuk lidah orang Indonesia. 

Baca Juga:  5 Makanan Khas Sudan yang Populer Saat Ramadan

Palopo

Makanan khas toraja palopo

Makanan lainnya yang bisa kamu temukan di Kota Toraja adalah Palopo. Makanan yang satu ini terbuat dari bahan baku sagu, sehingga bisa menjadi makanan utama yang mengenyangkan. Makanya, untuk menyantap Palopo kamu perlu tambahan makanan lainnya supaya menjadi lauk. 

Palopo memiliki bentuk unik, yaitu berupa bulatan-bulatan kecil yang menyerupai bentuk cilok. Kamu juga bisa mengisi bulatan-bulan sagu tersebut dengan daging babi atau ayam. Lalu, siram Palopo dengan kuah dari sari ikan. 

Pantollo Marrasan Khas Toraja

Pantollo marrasan

Salah satu makanan khas Toraja yang memiliki tampilan hampir mirip dengan masakan Jawa adalah Pantollo Marrasan. Makanan yang satu ini sekilas hampir mirip dengan rawon khas Jawa Timur. Namun, yang membedakan makanan ini adalah dari bahan bumbunya. 

Bumbu dari makanan khas Pantollo Marrasan ini berasal dari pangi. Bahan dasar pangi inilah yang membuat tampilan makanannya menjadi berwarna hitam seperti rawon. Nah, bumbu ini bisa kamu temukan pada jenis masakan khas Toraja yang lainnya. 

Lalu untuk bahan daging yang ada di dalamnya juga bisa bervariasi. Mulai dari daging ayam, daging sapi, daging babi, dan semacamnya. Bumbu Pantollo Marrasan yang kuat akan meresap ke dalam daging hingga matang. 

Kapurung 

Kapurung

Apa itu Kapurung? Kapurung merupakan jenis makanan yang terbuat dari sagu, sayuran, dan ikan. Jenis makanan ini biasanya memakai daging ikan cakalang, bandeng, atau teri goreng. Dari antara ketiga ikan tersebut, kamu bisa memilih salah satu jenis ikan yang cocok dengan lidahmu. 

Nah, kapurung ini juga nikmat bila kamu santap dengan sayur-sayuran. Jenis sayuran yang paling cocok untuk menyantap Palopo adalah sayur kangkung, kacang panjang, labu merah, atau bayam.