Candi bima

Candi Bima atau sering juga disebut sebagai Candi Dieng merupakan salah satu peninggalan sejarah kuno yang terletak di daerah Dieng. Meskipun kalah populer dari Candi Prambanan dan Borobudur, tapi Candi ini memiliki fakta menarik yang menjadi daya tarik sendiri. 

Bagi para wisatawan yang masih sering mengesampingkan candi ini dari aftar wisata, kamu wajib menyimak ulasan fakta berikut ini. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan kembali untuk berkunjung ke lokasi bersejarah ini. 

Bagian Atap Candi Bima Berbentuk Shikara

Candi yang terletak di dataran tinggi Jawa Tengah ini memiliki bentuk atap yang cukup unik. Berbeda dari atap candi-candi lain yang ada di Jawa Tengah, Candi ini memiliki bentuk atap yang menyerupai shikara. Tapi, apa itu shikara?

Shikara merupakan bentuk atap yang menyerupai tangkuban mangkok. Atap candi ini terdiri dari 5 jenis tingkatan yang masing-masing tangkupannya mengikuti lekuk bentuk tubuh. Artinya, semakin ke atas, bentuk atapnya akan semakin meruncing. Itu sebabnya, sebutan untuk atap candi ini adalah shikara. 

Lubang Dinding Berbentuk Kotak 

Dinding untuk sesajen

Fakta menarik lainnya yang tak boleh kamu lewatkan saat membahas tentang Candi Bima adalah desain arsitekturnya. Bagi para mahasiswa yang mempelajari sejarah kerajaan kuno pasti akan terkagum dengan bentuk desain bangunannya yang unik. 

Di bagian dalam candi ini terdapat lubang-lubang kecil yang berbentuk sebagai pijakan untuk para pembangun. Fungsi lubang-lubang kecil ini di masa lampau adalah sebagai tempat menaruh berbagai jenis sesajen untuk ritual adat. 

Terdapat Patung KUDU

Apa itu patung KUDU? Jika kamu tidak mengetahui patung ini, maka fakta menarik kali ini akan membuat kamu tahu tentang makna dari patung KUDU. Patung KUDU merupakan patung setengah badan atau setengah kepala yang terletak di Candi Bima. 

Baca Juga:  7 Fakta Menarik Rio Carnival, Parade Kostum dan Tari Samba Brazil

Patung ini menampilkan profil raja-raja kuno yang sempat memerintah di Jawa Tengah. Sementara itu, profil makaranya berbentuk mirip seperti bentuk kepala dari Sang Bima. Bentuk patungnya yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang. 

Jika kamu ingin melihat pesona patung KUDU, maka sempatkanlah berkunjung ke candi yang terletak di dataran tinggi Jawa Tengah. Sebab, patung ini hanya ada di dalam Candi Bima. 

Candi Bima Berusia Lebih dari Seribu Tahun

Usia candi bima

Ada banyak bangunan candi berusia tua di Jawa Tengah, salah satunya adalah Candi Bima. Bila melihat dari desain arsitekturnya, candi ini sudah berusia lebih dari seribu tahun masehi. 

Meskipun usianya sudah tua, namun arsitektur bangunan candi ini masih terlihat kokoh dan utuh. Para pengunjung yang melihat bangunan candi ini akan merasa takjub dengan fenomena menarik ini. 

Menariknya, candi ini juga sempat mengalami proses pemugaran oleh pemerintah setempat meskipun dari segi bangunannya masih kokoh dan kuat. Pemerintah daerah setempat seperti Badan Peninggalan Purbakala Jawa Tengah telah memugar bangunan candi ini untuk keperluan pariwisata. 

Sejarah Candi Muara Takus Serta Fungsinya

Candi Terbesar di Kawasan Purba Dieng

Bila membandingkan dengan Candi Borobudur dan Prambanan yang ada di daerah Magelang, mungkin candi ini tergolong kecil. Namun, jika membandingkannya dengan candi-candi lain dari masa Purbakala Dieng, maka candi ini tergolong paling besar. 

Dari segi ukurannya, candi ini memiliki tinggi sekitar 8 meter dari atas tanah. Sedangkan dari segi bentuknya, candi ini memiliki ukuran sebesar 4,55 meter × 4,55 meter. Makanya, jika kamu melihatnya dari atas kejauhan, maka candi ini akan berbentuk seperti segi delapan. 

Baca Juga:  7 Kampus Islam Favorit dan Bergengsi di Dunia

Baca Juga :

***