Lokasi, Daya Tarik, dan Aktivitas Wisata Watu Rumpuk

Wisata Watu Rumpuk – Manusia harus menjaga alam agar tidak rusak, karena alam sangat indah. Begitulah wisata Watu Rumpuk di Madiun, yang sangat indah dan mempesona. Padahal, ini tidak pernah menjadi tempat wisata. Bahkan, karena kebun yang rusak akibat virus, itu hanyalah semak belukar. Namun, sekarang menjadi tempat wisata andalan desa yang terkenal di Jawa Timur.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Wisata Watu Rumpuk beralamatkan di Morosowo, Mendak, Dagangan, Madiun, Jawa Timur, Indonesia, 63172. Pengunjung hanya perlu membayar Rp 10 ribu untuk tiket masuk ke tempat wisata ini. Tarif parkir juga bervariasi tergantung pada jenis kendaraan yang diparkir. Setiap hari, tempat wisata ini buka dari pagi hingga sore. Baik hari kerja biasa maupun hari libur.

Daya Tarik dan Keindahan Wisata Watu Rumpuk

Alam Watu Rumpuk sangat indah, dengan langit biru yang menyatu dengan pepohonan hijau. Selain itu, warna-warni bunga di taman menambah keindahan. Tempat ini tidak hanya indah, tetapi juga dirancang dengan pola yang unik. Wisata alam ini juga menawarkan lokasi fotografi modern. Cangkir raksasa, pusaran api, dan bambu Selain itu, jangan lupa taman berbentuk hati di bawah ikon tulisan Watu Rumpuk.

Berada di lereng Gunung Wilis, pemandangan di sekitar lokasi sangat indah. Pengunjung bahkan dapat melihat pegunungan hijau yang indah di beberapa lokasi foto. Selain itu, udaranya yang sejuk membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Sejarah Wisata Watu Rumpuk

Area Watu Rumpuk dulunya merupakan perkebunan cengkeh milik penduduk desa. Namun, banyak tanaman cengkeh mati karena terjangkit virus, menurunkan pendapatan desa. Tidak mengherankan bahwa penduduk desa kembali bangkit dengan mencoba tanaman baru, seperti durian dan manggis, yang akhirnya menjadi tanaman unggulan. Namun, penduduk desa mulai mempertimbangkan untuk meningkatkan wisata.

Wisata Watu Rumpuk sekarang tersedia bagi masyarakat umum. Warga desa ini telah membuat lokasi ini menjadi wisata desa dan Kabupaten Madiun berkat kerja keras dan gotong royong mereka.

Kampung Tempo Dulu

Karena lokasinya di kaki gunung, tempat wisata ini sering disebut “Wisata di atas Awan”. Namun, pengelola pariwisata terus mencari lebih banyak potensi di daerah ini selain pemandangan alam. Kampung Tempo Doloe dibangun di sisi timur untuk mengingat sejarah Desa Mendak. yang pada saat itu membuat atap rumahnya terbuat dari ilalang. Selain itu, dindingnya terbuat dari anyaman bambu dan lantainya terbuat dari papan.

Goa Jepang

Ini adalah Goa Jepang karena sudah ada sejak pendudukan Jepang. Goa Jepang ini berada di puncak Gunung Tapak Bimo. Itu terlihat dari barat ke timur dari gunung. Sebuah bungker persembunyian ada di dalam goa. Tentara Jepang dahulunya bersembunyi di bunker ini. Tempat wisata ini sempurna karena ada bungker di sana. Lahan seluas 12,8 hektar ini memiliki banyak tujuan, termasuk wisata alam, pendidikan, air, perkemahan, dan tentu saja wisata sejarah.

Pendakian Gunung Tapak Bimo

Pengunjung Watu Rumpuk dapat mendaki Gunung Tapak Bimo, yang dianggap sebagai telapak kaki Bimo. Ini menarik karena telapaknya panjang 16 meter dan lebar 8 meter, mirip dengan kaki manusia.

Baca Juga :

***