Mengenal kebudayaan suku asmat

Mari mengenal kebudayaan Suku Asmat yang populer dan khas. Dengan mengenal tradisi dan budaya suku pedalaman Papua ini kamu akan semakin lebih mencintai warisan budaya nusantara. 

Selain itu, kamu juga bisa belajar untuk memahami tradisi-tradisi suku tradisional yang masih melekat sampai sekarang. Tradisi-tradisi tersebut tentunya memiliki nilai moral yang akan sangat berguna untuk kamu. Kalau kamu mau mengenal dan mencari tahu tentang budaya Suku Asmat, kamu bisa mengeceknya di ulasan berikut ini. 

Upacara Mbismbu

Upacara mbismbu

Menurut bahasa Suku Asmat, Mbis berarti ukiran patung tonggak peninggalan nenek moyang atau kerabat dekat yang sudah meninggal. Tujuan adanya Upacara Mbismbu ini tak lain karena untuk mengenang kerabat dekat yang sudah meninggal. 

Jika kerabat dekat mereka meninggal akibat sakit, biasanya para anggota suku akan lebih ikhlas dan tidak melakukan apa-apa. Namun jika kerabat dekat mereka meninggal karena pembunuhan, biasanya para anggota suku akan membalaskan hal yang sama dengan membunuh juga. 

Upacara Tsyimbu

Upacara tsyimbu

Mau mengenal kebudayaan Suku Asmat yang lainnya? Kebudayaan selanjutnya yang menarik dari Suku Asmat adalah Upacara Tsyimbu. Upacara adat ini rutin berlangsung setiap 5 tahun sekali. Upacara ini identik dengan pembuatan rumah lesung atau perahu berwarna merah dan putih. 

Perahu tersebut nantinya juga akan terukir gambar para kerabat atau leluhur yang telah meninggal. Suku Asmat juga akan menghiasi perahu tersebut dengan sagu sembari melakukan pertunjukan tarian dan nyanyian di atas perahu. 

Mengenal Kebudayaan Ritual Kematian Suku Asmat

Mengenal ritual kematian suku asmat

Suku Asmat memiliki konsep pengetahuan yang cukup unik tentang kematian. Orang-orang di suku pedalaman Papua ini menganggap bahwa penyebab orang meninggal adalah akibat gangguan roh jahat. 

Karena itulah, Suku Asmat percaya bahwa anggota suku yang sedang sakit harus memagari diri dengan dahan pohon nipah. Tujuannya adalah agar roh jahat yang membuat anggota suku sakit bisa pergi dan tidak kembali lagi. 

Baca Juga:  7 Landmark Populer dan Bersejarah di Italia

Namun jika anggota suku yang sakit tersebut tidak sembuh dan berujung meninggal, Suku Asmat akan rebutan untuk memeluk jenazahnya. Setelah itu, mereka akan menggulingkan jenazah anggota suku yang meninggal di kubangan lumpur. Kemudian, Suku Asmat akan meletakkan jenazah tersebut di atas anyaman bambu sampai busuk. 

Tradisi Mengawetkan Jenazah

Tradisi mengawetkan jenazah

Jika kamu mau mengenal kebudayaan Suku Asmat lebih jauh, maka kamu akan semakin tercengang. Bagaimana tidak? Suku pedalaman Papua ini masih melestarikan tradisi yang cukup ekstrim bagi kalangan masyarakat awam. 

Tradisi tersebut adalah tradisi mengawetkan jenazah orang meninggal. Tradisi ini memiliki konsep yang hampir mirip seperti proses pengawetan jenazah menjadi mumi di Mesir. Uniknya, tradisi ekstrim ini cuma berlaku buat kepala suku atau kepala adat saja. 

8 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Berbagai Daerah di Indonesia

Jika kamu merupakan anggota suku biasa, maka kamu nggak perlu mengalami tradisi ini saat meninggal. Sebab, mumi dari jenazah kepala suku atau kepala adat ini nantinya akan dipajang di depan rumah adat sebagai simbolisasi penghormatan. 

Mengenal Kebudayaan Seni Ukir Suku Asmat

Mengenal kebudayaan seni ukir suku asmat

Membicarakan Suku Asmat yang tinggal di pedalaman Papua, maka hal identik yang erat kaitannya dengan suku tersebut adalah seni ukir. Tradisi semacam ini sudah menjadi nyawa bagi orang-orang Suku Asmat. Bahkan, jika salah satu dari anggota suku tidak pandai mengukir, maka dia harus mati. 

Seni ukir yang menjadi skill khas dari Suku Asmat ini merupakan warisan dari leluhur yang bernama Fumiripitsy. Ukiran hasil karya Suku Asmat ini bahkan sudah terkenal hingga ke kancah mancanegara karena saking indahnya ukirannya. 

Baca Juga :

Baca Juga:  Fakta Keberadaan Sungai Bawah Laut, Indah atau Seram?

***