Berwisata dan Mengenal Sejarah TNI di Museum Satria Mandala

Cityawesome.com – Sejarah Museum Satria Mandala. Jika kamu bercita-cita untuk menjadi seorang TNI atau Tentara Nasional Indonesia, pastikan kamu sudah berkunjung ke museum yang satu ini. Museum Satria Mandala merupakan museum sejarah yang berlokasi di Jakarta.

Museum yang satu ini menyimpan banyak kenangan pada masa penjajahan yang kaya akan sejarah. Oleh karenanya, hingga kini Satria Mandala tidak pernah sepi dari kedatangan pengunjung yang ingin berwisata sejarah di sana.

Pada artikel kali ini akan di berikan penjelasan mengenai sejarah Museum Satria Mandala yang bisa menjadi ilmu baru.

Sejarah Museum Satria Mandala

Mengenal sejarahnya, museum ini pertama kali di resmikan oleh Presiden Soeharto tepatnya pada tahun 1972. Lokasinya sendiri berada di Jakarta Selatan. Di mana dulunya bangunan museum ini tidak lain adalah rumah dari istri Presiden Soekarno yakni Ratna Sari Dewi Soekarno.

Bahkan sebelum Ratna Sari Dewi Soekarno meninggal hingga akhirnya di makamkan di Blitar, Jawa Timur. Soekarno beristirahat di rumah istrinya tersebut sekitar 1 tahun 5 bulan.

Kemudian untuk mengabadikan bangunan bersejarah yakni rumah dari istri Soekarno, di ubahlah rumah tersebut menjadi museum Satria Mandala. Dimana di dalamnya tersimpan berbagai koleksi benda bersejarah yang sekaligus menjadi bukti dari perjuangan TNI di masa penjajahan.

Lokasi, harga tiket, dan jam operasional

Untuk lokasi lengkapnya museum yang satu ini berada di Jl. Gatot Subroto No 14, RT.6/RW.1, Kuningan Bar, Mampang Prpt., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta 12710.

Selain itu untuk harga tiket masuk ke museum ini tarifnya sangat terjangkau yakni hanya sekitar Rp 1500 perorang. Bahkan semua pengunjung akan di kenakan tarif tiket gratis saat datang di hari ulang tahun TNI. Hanya saja kamu juga akan di kenakan tarif parkir kendaraan yakni Rp 1 ribu untuk motor, Rp 2 ribu untuk mobil, dan Rp 3 ribu untuk bus.

Jam operasional dari Satria Mandala di buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai dari jam 09.00 sampai dengan 16.00 WIB.

Daya Tarik Museum Satria Mandala sebagai Wisata Sejarah

Museum yang satu ini seringkali di kunjungi oleh siswa dari berbagai sekolah. Bahkan lebih dari itu saat menjelang liburan, banyak orang tua yang mengajak anaknya untuk menghabiskan waktu di sana.

Museum Satria Mandala memiliki daya tariknya sendiri di mana memiliki halaman luas yang rimbun. Terlebih lagi ruangan di dalamnya sangat hening dan lebar. Oleh karena itu kamu bisa membawa dan mengajarkan pada anak mengenai sejarah yang ada di museum ini.

Lokasi dari museum Satria Mandala terbilang cukup strategis dan bisa di datangi oleh semua wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah. Jika kamu menyukai aktifitas foto, tempat ini sangat cocok untuk kamu menambah koleksi foto kekinian dan instagramable.

Ruangan unik di Museum Satria Mandala

Setiap museum tentu memiliki ruangan unik di dalamnya. Termasuk juga pada Satria Mandala, ada beberapa ruang unik yang hanya bisa kamu temukan di sana yakni :

1. Ruangan Khusus 4 Jendral

Kamar yang dulunya di jadikan kamar peristirahatan bagi istri Soekarno di lakukan renovasi dan di jadikan sebagai ruangan khusus bagi 4 Jendral Besar TNI yakni Jenderal Sudirman, Jenderal AH Nasution, Jenderal HM Soeharto, dan Jenderal Oerip Soemohardjo.

Kamu akan menemukan berbagai patung dan foto Jenderal bahkan hingga tandu Jenderal Sudirman yang digunakan untuk perang Gerilya tepatnya pada tahun 1948 hingga 1949. Tidak hanya itu saja, kamu juga akan bisa menemukan peta situasi rute gerilya, perbotan berupa meja tulis dan kursi, bahkan hingga Replika Mantel.

2. Ruang Diorama

Di ruang ini kamu akan bisa melihat diorama perang dari pasukan TNI yang melawan penjajah. Bahkan kamu juga bisa mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan langsung cerita sejarah disana dari pemandu museum.

Itulah penjelasan mengenai sejarah Satria Mandala untuk menjadi referensi wisata sejarah di Indonesia. Saat kamu bingung memilih tempat wisata, Museum Satria Mandala bisa menjadi rekomendasi terbaik yang sayang untuk dilewatkan.

Baca Juga :

***